OPEN SERVICE GATEWAY INITIATIVE (OSGI)

OPEN SERVICE GATEWAY INITIATIVE (OSGI)

            Open Service Gateway Initiative (OSGI) adalah sebuah sistem dan aplikasi interoprability berbasis komponen platform yang terintegrasi. OSGI merupakan sistem modul dinamik pada Java. Teknologi OSGI adalah Universal Middleware. Teknologi OSGI menyediakan sebuah service-oriented, lingkungan yang berbasis komponen untuk pengembang dan menawarkan jalan standard untuk mengatur siklus hidup software. Teknologi OSGI mengadopsi keuntungan dari menambah time-to-market dan mengurangi biaya pengembangan karena teknologi OSGI menyediakan subsistem komponen yang terintegrasi dari pre-build dan pre-tested. Teknologi ini juga mengurangi biaya perawatan dan memberikan kesempatan aftermarket yang baru dan unik karena jaringan dapat digunakan untuk update secara dinamik dan mengirimkan service dan aplikasi di lapangan.
            OSGI spesifikasi menjelaskan sistem modular dan layanan platform untuk bahasa pemrograman Java. Aplikasi atau komponen datang dalam bentuk bundle untuk penyebaran, bisa di install dari jarak jauh, start, update, and delete tanpat memerlukan restart. Java Packages/classes mempunyai spesifikasi yang detail. Apllication Life Cycle Management diimplementasikan melalui API’s yang memungkinkan untuk remote download dari kebijakan management. Layanan registrasi memungkinkan bundle untuk mendeteksi penambahan layanan baru atau penghapusan layanan dan adaptasi.
            OSGI ini adalah sebuah teknologi dimana kita dapat menggabungkan berbagai fungsi dalam satu tujuan atau aplikasi, suatu cara untuk menggabungkan berbagai bagian-bagian yang mana bagian-bagian ini dibungkus menjadi sebuah aplikasi yang dapat kita gunakan dengan berbagai macam kegunaan. Teknologi ini berawal dari dari pikiran bagaimana cara mengubah program tanpa membongkar koding. Dari situ teknologi ini mulai dikembangkan dalam bahasa pemrograman mulai dari instalasi, jalannya program, update, dan sampai uninstall tanpa perlu memperbaiki koding.
            OSGI spesifikasi yang dikembangkan oleh para anggota dalam proses terbuka dan tersedia untuk umum secara gratis di bawah Lisesnsi Spesifikasi OSGI. OSGI Alliance yang memiliki kepatuhan program yang hanya terbuka untuk anggota. Pada Oktober 2009, daftar bersertifikat OSGI implementasi berisi lima entri
            Setiap kerangka yang menerapkan standar OSGI menyediakan suatu lingkungan untuk modularisasi aplikasi ke dalam kumpulan yang lebih kecil. Setiap bundel adalah erat-coupled,  dynamically loadable kelas koleksi, botol, dan file-file konfigurasi yang secara eksplisit menyatakan dependensi eksternal mereka (jika ada).
            Kerangka kerja konseptual yang dibagi dalam bidang-bidang berikut :
Description: D:\DATA\MY DOCUMENT\matt\matt_182\kampus\kelas 4\semester 7\tugas\pengantar telematika\370px-Osgi_framework.svg.png
ü  Bundles
1.      Bundles adalah normal jar komponen dengan nyata tambahan header.
ü  Services
2.      Layanan yang menghubungkan lapisan bundel.
ü  Services Registry
3.      API untuk jasa manajemen (Service Registration, Service Tracker, dan Service Reference).
ü  Life-Cycle
4.      API untuk manajemen siklus hidup install, start, update, dan uninstall bundel.
ü  Modules
5.      Lapisan yang mendefinisikan enkapsulasi dan deklarasi dependensi (bagaimana sebuah bungkusan dapat mengimpor dan mengekspor kode).
ü  Security
6.      Layer yang menangani aspek keamanan dengan membatasi fungsionalitas bundel.
ü  Execution Environment
7.      Mendefinisikan metode dan kelas apa yang tersedia dalam platform tertentu.
            Teknologi OSGI sudah sangat banyak dikembangkan untuk berbagai macam keperluan sehari-hari.
v  Dalam kehidupan sehari-hari
Dikembangkan untuk mengendalikan alat-alat elektronik dalam rumah tangga dengan internet, yaitu dengan menghubungkan berbagia framework OSGI ini untuk mengendalikan alat-alat rumah tangga yang bersifat elektronik.
v  Teknologi dan industri
Dalam hal ini pengembangan OSGI dalam teknologi dan industri adalah untuk otomatisasi industri.
          
            Keuntungan dari teknologi OSGI
Ø  Mengurangi kompleksitas
Ø  Dapat digunakan kembali
Ø  Real World
Ø  Mudah penyebarannya
Ø  Update yang dinamik
Ø  Adaptif
Ø  Transparan
Ø  Banyak versinya
          
            Kerugian dari teknologi OSGI
Ø   Ruang lingkupnya sangat kecil
Ø   Keamanan kurang terjaga
Ø   Biaya sangat mahal
Ø   Rawan terjadinya pencurian data
Ø   Ukuran penyimpanan yang sangat kecil
          
            Saran dari teknologi OSGI adalah bahwa teknologi OSGI ini dapat membantu manusia dalam menggabungkan berbagai fungsi dalam satu tujuan. Dari satu tujuan tersebut, dapat digunakan untuk berbagai macam kegunaan. Selain itu, dengan menggabungkan beberapa fungsi menjadi satu maka dapat diperhatikan juga untuk sistem keamanan tersebut. Karena sistem keamanan nya menjadi rawan.

Referensi :
-        http://aangpaduraksa.blogspot.com/2014/01/open-service-gateway-initiative-osgi.html
-        http://dhwie85.blogspot.com/2014_01_01_archive.html
-        http://dwi-handayani.blogspot.com/2014/11/open-service-gateway-initiative-osgi.html
-        http://irfanrahman.wordpress.com/2013/01/23/spesifikasi-arsitektur-open-service-gateway-initiative-osgi/

-        http://kahfiehudson.blogspot.com/2014/01/apa-itu-open-service-gateway-initiative.html
»»  READMORE...

Layanan-layanan Pada Sistem Telematika

Layanan Pada Sistem Telematika


Layanan Telematika adalah layanan dial up ke jaringan internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Menurut informasi yang berkembang, layanan telematika digunakan dalam beberapa bidang, diantaranya yaitu :

        1.     Bidang Layanan Informasi
        2.     Bidang Layanan Keamanan
        3.     Layanan Context Aware dan Event Base
        4.     Layanan Perbaikan Sumber


      1.      Bidang Layanan Informasi
Penggabungan dari telekomunikasi digital dan teknologi komputer untuk dapat memberikan informasi dan sebagai sarana komunikasi masyarakat agar individu dapat mengolah dan memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya. Arus informasi yang disampaikan harus dapat diterima oleh penerima informasi sesuai dengan informasi dari sumber sesungguhnya, tanpa diberi “bumbu” yang mebuat informasi tersebut tidak aktual. Beberapa contoh penggunaan layanan telematika pada bidang informasi :

 ·         Warung Telepon
 ·         Warung Internet
 ·         E-Commerce

Contoh layanan informasi :

·         Informasi cuaca
·         Hiburan dan M-commerce
·         Informasi layanan jalan raya

       2.      Bidang Layanan Keamanan
Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakanan keamanan informasi untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah hilang. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Layanan itu sendiri terdiri dari enkripsi, penggunaan protocol, penentuan akses control dan auditin.
Contoh layanan keamanan yaitu :

·         Navigation assistant
·         Penggunaan Firewall dan Antivirus
·         Panggilan darurat (rumah sakit, kepolisian)
·         GPS, informasi keberadaan kendaraan

       3.      Layanan Context Aware dan Event Base
Context awareness adalah kemampuan sebuah sistem untuk memahami si user, network, lingkungan, dan dengan demikian melakukan adaptasi yang dinamis sesuai kebutuhan. Dengan adanya context aware maka user tidak perlu harus selalu memberi input yang banyak secara eksplisit untuk membuat komputer menjalankan tugasnya.
Karakteristik dari user, network, lingkungan itu disebut konteks. Namun informasi konteks sendiri menjadi kompleks dan heterogen sesuai jenis layanan yang akan didukung. Maka context awareness menjadi masalah yang besar dan menarik dalam pengembangan aplikasi, khususnya mobile, beberapa tahun ke depan.
Beberapa bagian yang lebih sederhana dari context awareness telah mulai dibangun. Misalnya LBS: location-based service. Misalnya, sewaktu user mencari keyword tertentu (pom bensin, kafe, ATM, dll), maka ia akan memperoleh hasil yang berbeda tergantung pada posisi user. Ini dapat mulai digabungkan dengan beberapa info dari user. Misalnya pom bensin atau kafe di dekat posisi user yang menerima pembayaran dengan ATM yang dimiliki user.

Ada 4 kategori aplikasi context-awareness menurut Bill N. Schilit,Norman Adams,dan Roy want, yaitu :

                I.            Proximate selection
“suatu teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri.ada dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini,yaitu locus dan selection dengan kata lain tempat dan pilihan.


             II.            Automatic Contextual Reconfiguration
“aspek trending suatu kasus sistem context-awareness “bagaimana suatu konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi satu sama lainnya.sebagai contoh, penggunaaan virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual object sebagai layaknya fisik suatu benda.

Contextual Reconfiguration juga bisa diterapkan pada fungsi sistem operasi.sebagai contoh : sistem informasi suatu komputer A bisa memanfaatkan memori komputer lainnya yang berbeda didekatnya untuk melakukan back-up data sebagai antisipasi jika power komputer A melemah.


          III.            Contextual information and Commands
Kegiatan manusia bisa di prediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada.sebagai contoh, ketika berada di dapur,maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak.hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information and commands,dimana informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu.setiap file yang ada didalam directory berisi locations and contains files,program,and links.ketika seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya,maka browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory.sebagai contoh, ketika user berada di kantor,maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan;ketika user beralih ke dapur,maka user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.


          IV.            Context-Triggered Actions
Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan.kategori sistem context-triggered actions ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and commands, namun perbedaannya terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang akan dilakukan.

Contoh layanan context aware dan event base :

·         Layanan diagnosis kendaraan

     4.      Layanan perbaikan sumber
Yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umumnya.
Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.

·         Kebutuhan SDM dilihat dari bidang ekonomi
·         Pengembangan telematika ditujukan untuk peningkatan kapasitas ekonomi, berupapeningkatan kapasitas industri produk barang dan jasa.
·         Kebutuhan SDM dilihat dari bidang politik
·         Bagaimana telematika memberikan kontribusi pada pengembangan pelayanan publiksehingga menghasilkan dukungan politik.

Contoh layanan perbaikan sumber:

·         Layanan yellow pages (buku petunjuk)
·         Teknologi wireless

Kelebihan layanan telematika :

·         Pada layanan telematika dibidang informasi, masyarakat khususnya kalangan menengah kebawah dapat merasakan pemerataan teknologi dan bagi pelajarnya dapat memberikan wawasan yang lebih untuk menunjang studi mereka.
·         Pada layanan telematika di bidang keamanan, masyarakat pada umumnya dapat merasa lebih aman karena jika terjadi sesuatu yang diinginkan, mereka dapat langsung menghubungi pihak berwajib dengan teknologi yang ada.
·         Pada layanan context aware dan event-base, dengan ini pengguna dapat hak privasi yang lebih tanpa harus melakukan banyak/otomatis sistem yang telah mengatur agar pengguna tidak diganggu dalam waktu yang diinginkan pengguna.
·         Pada layanan perbaikan sumber, tiap orang dapat bantuan lebih dalam yellow pages untuk mencari alamat/nomor telepon suatu instansi.

Kekurangan layanan telematika :

·         Pada layanan telematika bidang informasi, jika perhatian kepada mereka yang kurangnya informasi dari kebebasan akses yang mereka lakukan, akan berdampak buruk yang disebabkan pihak yang tidak bertanggung jawab.
·         Pada layanan telematika dibidang keamanan, keamanan ini juga berdampak buruk jika ada oknum/hacker yang berniat jahat untuk membobol suatu sistem keamanan.
·         Pada layanan context aware dan event-base, pengguna tidak tahu/akan terlambat mengetahui jika ada panggilan penting saat ia tidak ingin diganggu.
·         Pada layanan perbaikan sumber, tidak mudah mencari/tidak cepat karena yellow pages masih dalam bentuk buku. Jadi ketika ingin mencari informasi maka harus mencarinya secara manual dengan membaca indeksnya.
Saran :
Layanan telematika pada dasarnya sangat baik dan efektif digunakan untuk masyarakat karena dapat mempermudah segala sesuatu yang dulunya bersifat manual menjadi digital / terotomatisasi. Namun pada penerapannya juga perlu diperhatikan secara khusus karena masih ada kemungkinan celah keamanan informasi yang masih rentan. Dengan perkembangan teknologi masa sekarang, maka diharapkan penggunaan layanan telematika dapat lebih luas dan dapat dimaksimalkan.


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/12/pengantar-telematika-materi-2/  
http://charlesadewa7.wordpress.com/2014/10/29/layanan-dalam-sistem-telematika/
http://mamuteritorial.blogspot.com/2013/12/jenis-jenis-layanan-telematika.html

https://arfanart.wordpress.com/2014/10/26/macam-macam-layanan-telematika-dan-penjelasannya-4/
»»  READMORE...

Ilmu , Pengetahuan dan Bahasa

Perbedaan Ilmu , Pengetahuan dan Bahasa

       I.            ILMU
Menurut bahasa, arti kata ilmu berasal dari bahasa Arab (ilm), bahasa Latin (science) yang berarti tahu atau mengetahui atau memahami. Sedangkan menurut istilah, ilmu adalah pengetahuan yang sistematis atau ilmiah.

Berikut ciri-ciri yang dapat di katakan suatu ilmu :
Ø  Teoritis “merupakan pikiran atau pola pikir yang mendasarkan semuanya dari teori-teori yang ada sebagai landasan tindakannya. Menjadikan sebuah atau beberapa teori sekaligus yang punya keterkaitan sebagai landasan berfikir dan bersikap dalam menyingkapi atau menghadapi masalah”.
Ø  Penelitian
Ø  Metode, ada 3 :
ü  Ontologi merupakan kata tanya APA untuk menyatakan definisi dari suatu masalah.
ü  Epitomologi merupakan kata tanya BAGAIMANA untuk mengetahui suatu proses.
ü  Aksiologi merupakan kata tanya UNTUK APA untuk mengetahui tujuan.
Ø  Dinamis
Ø  Abstrak
ü  Hipotesa
ü  Sintesa
ü  Anitesa

    II.            PENGETAHUAN
Merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca  indera manusia yaitu : indera penglihatan, pendengaran, penciuman,  rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Soekidjo, Notoadmodjo 2003).

Berikut ciri-ciri yang dapat di katakan suatu ilmu :
Ø  Statis
Ø  Konkrit
Ø  Aplikatif
Ø  Pancra Indra
Ø  Pengalaman


 III.            BAHASA
Bahasa menurut kamus besar Bahasa Indonesia (Hasan Alwi, 2002: 88) bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua orang atau anggota masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri dalam bentuk percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun yang baik.


Bahasa dapat berfungsi sebagai alat komunikasi dan Informasi.bahasa dapat menjadi tolak ukur peradaban zaman di alam semesta ini.
»»  READMORE...

Praktek Kode Etik dalam penggunaan tekhnologi informasi

PRAKTEK KODE ETIK DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI

Dalam dunia teknologi informasi terdapat beberapa kode etik yang harus dipatuhi. Sebagai aturan umum, semua sumber daya dan fasilitas yang berkaitan dengan IT disediakan hanya untuk penggunaan internal dan/atau hal-hal yang berkaitan dengan bisnis, bukan untuk penggunaan pribadi. Fasilitas IT yang disediakan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi karyawan tersebut.

Prinsip integrity, availability, dan confidentiality dalam teknologi informasi
1.      Integrity
-        Informasi tidak boleh berubah kecuali oleh orang yang berwenang sesuai dengan prosedur yang berlaku.
-        Secara teknis ada beberapa cara untuk menjamin aspek integrity ini seperti dengan menggunakan message authentication code, hash function, digital signature.
-        Message authentication code adalah alat bagi penerima pesan untuk mengetahui pengirim pesan, digunakan untuk mengotentikasi pesan tanpa perlu merahasiakan isi pesannya.
-        Fungsi hash adalah fungsi yang secara efisien mengubah string input dengan panjang berhingga menjadi string output dengan panjang tetap yang disebut nilai hash.
2.      Availability
-        Informasi harus dapat tersedia ketika dibutuhkan.
-        Pengamanan : backup, Disaster Recovery Center (DRC), Business Continuity Planning (BCP)
3.      Confidentiality
-        Usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses.
-        Kerahasiaan ini dapat diimplementasikan dengan beberapa hal, antara lain menggunakan teknologi kriptografi dengan melakukan proses enkripsi pada transmisi data, pengolahan data, dan penyimpanan data.

Contoh kode etik dalam penggunaan TI
1.      Hindari penggunaan fasilitas internet diluar keperluan kantor atau untuk kepentingan pribadi.
2.      Tidak melakukan kegiatan pirating, hacking atau cracking terhadap internet kantor.
3.      Tidak mengambil data-data kantor untuk kepentingan pribadi yang bisa menyebabkan data rahasia kantor menyebar ke publik.

Pendapat mengenai Kode Etik dalam Penggunaan TI
Kode etik diperlukan untuk mengatur penggunaan fasilitas teknologi informasi. Jika tidak ada kode etik tersebut, maka akan banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Saran mengenai Kode Etik dalam Penggunaan TI
Saran yang diperlukan mengenai kode etik adalah agar disetiap kantor-kantor untuk memberikan pengertian kepada karyawan-karyawan agar mematuhi kode etik dalam penggunaan fasilitas kantor yang berhubungan dengan TI.

Sumber :

»»  READMORE...